MAN JADDA WA JADDA PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (PTSP) ROKAN HULU

Selasa, 06 November 2012


 Man jadda wa jadda, sebaris kalimat singkat. Kalimat sederhana. Kalau kita menyaksikan sebuah sinema layar lebar, Negeri Lima Menara, maka kalimat ini bisa menjadi motivasi bagi kita. Man jadda wa jadda, berarti, siapa yang berusaha keras akan berhasil. Motivasi bagi yang akan bermandikan kesuksesan.
Lalu, apakah man jadda wa jadaa bagi PTSP Rokan Hulu ? Maka, itu adalah kalimat yang sangat berati. PTSP Rokan Hulu terbentuk tidak dibangun dalam semalam. Tidak semudah membalikkan telapak tangan. PTSP Rokan Hulu terbentuk dari penjabaran visi dan misi Bupati Rokan Hulu, yang berniat 
memberikan segalanya untuk rakyat. Segalanya, termasuk rasa nyaman dilayani. Untuk itulah, maka Kabupaten Rokan Hulu membentuk PTSP. Melalui Peraturan Daerah Kabupaten Rokan Hulu nomor 23 tahun 2007 tentang Organisai Perangkat Daerah, kamar ataupun bentuk PTSP itu telah ditetapkan secara de jure, secra formal. PTSP itu dinamakan Kantor Pelayanan Terpadu Perizinan. Lalu, PTSP harus menunggu 2 tahun dalam rahim untuk dilahirkan ke dunia. Tepat pada tanggal 13 februari 2009, maka lahirlah PTSP itu.

Berbekal dengan 4 orang pejabat dan 3 staf, dengan kelengkapan 1 laptop, 1 printer, dan 1 genset. Maka dimulailah babak baru PTSP. Dengan bermodalkan semangat, maka PTSP mulai bergerak. Tahap pertama, melakukan penataan admnistrasi, merapikan kantor. Tercatat, sejak Februari sampai dengan bulan September, otomatis belum ada pelayanan yang diberikan. Akan tetapi kesempatan berharga telah diperoleh. KPTP Rokan Hulu mendapatkan kesempatan berkunjung ke Kabupaten Jembrana yang pada saat itu merupakan kabupaten dengan PTSP terbaik di Indonesia. Juga ke Kabupaten Cimahi dengan PTSP yang modern serta PTSP Kota Pekanbaru sebagai rule model, atau contoh yang baik. Dan dengan usaha maka dibuatlah loket sederhana yang diperuntukkan bagi pelayanan perizinan dan nonperizinan juga penerimaan retribusi. Tepat pada tanggal 17 September 2009, KPTP Rokan Hulu resmi melakukan pelayanan.

Sekarang tepat di bulan Agustus 2012, hampir 3 tahun 6 bulan yang lalu. KPTP sudah tidak ada lagi, melainkan menjadi besar dengan penggabungan antara KPTP dan KPM. Sekarang telah menjadi BPTPPM. Berbagai prestasi diraih, Special Riau Investment Award Tahun 2010, Investment Award dari BKPM Tahun 2011, Riau Investment Award Tahun 2011. Diberikan kesempatan melakukan kunjungan ke Ukraina dan Australia. Memang dilihat merupakan sebuah hal fantastis. Akan tetapi, melihat ke belakang, semua itu diraih dengan kerja keras, kemauan dan tekad.

Sampai saat ini, akan sangat mudah menemukan pegawai BPTPPM Kabupaten Rokan Hulu masih bekerja lembur. Karena memang telah ditanamkan, bahwa masyarakat adalah pelanggan yang harus dipuaskan bagaimanapun caranya. Seringkali BPTPPM bekerja melebihi jam kerja. Man jadda wa jadda PTSP Rokan Hulu yang telah mengantarkan berbagai award sebagai unjuk keberhasilan. Maka, Kepala Badan Pelayanan Terpadu Perizinan dan Penanaman Modal, Drs. Fajar Shidqy acap kali berkata, ''kami mungkin bisa jadi bukan yang terbaik, tapi kami adalah yang paling keras berusaha menjadi yang terbaik.''

Usaha keras, motivasi dan kerjasama adalah modal utama dalam keberhasilan BPTPPPM Rokan Hulu.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 

Roam to Rome Blog- Moving to Italy, Travel, Studying in Italy.